Come Back

July 1, 2013 | Leave a Comment

Hai hai…¬† ūüėÄ i’m come back… come back… come back… come back *alatitanic

Hah,, udah lama kagak ngisi ini blog,,, kayaknya udah berjamur kali ye… kekeke…¬† saya baru nyadar ternyata postingan sebelumnya berisi tentang pemikiran galau semua… yah mungkin satu tahun belakangan ini saya masih berasa gimana gitu ya.. hmm mungkin efek terlalu banyak nonton TV jadilah tulisan saya tentang koruptor itu keluar mengebu-gebu.. namun karena saya udah pindah kosan,, dana ternyata eh ternyata,, TV di kosan baru saya… huwaaaaaaa,,, haaah udah lah,, yg jelas saya yang biasanya hobby banget nonton sekarang jadi hobyy banget tidur(??) (ga nyambung woi)…

OK berhubung 2 hari lagi saya bakal pulkam ( Horeeee) kayaknya mau buat beberapa resolusi buat liburan dua bulan kedepaaaaaaaaaan (gilaaa) dan beberapa target Ramadhan, ok check it out

1. Di bulan ramdhan ini mau nambah hafalan, target qatam  quran minimal dua kali

2. saya sudah harus tidur maksimal jam sebelas malam, sholat tahajut,

3. jadi anak yg baiiiiiik banget dan nurut sama ortu,, rajin bersih2 rumah, nyuci piring, nyuci baju, nyetrika, dan belajar masak,,, nyiram bunga,, apa lagi ya,,¬† oohhh ngajarin si kembar matematika, dan juga bahasa inggris,, ok ini memang udah saya targetin dari dulu,, karena saya udah hampir satu tahun ga pulang, dan saya merasa menjadi anak yang g berbakti,,¬† jadilah di liburan ini saya¬† berkeinginan meringankan dan menyenagkan hati ayah dan ibu,, dan terlebih karena saya merasa bersalah banget,, kepada orang tua saya, karena satu tahun ini karena kelakuan saya, ortu jadi banyak negluarin uang,,,¬† saya yg tiba2 ingin pindah kosan,, baterai laptop yang soak,, dan beberapa pengeluaran lainnya dan lebih parahnya nilai IPk saya yang turun drastisssssss… duh gimana nanti mau bilang ke mereka,,, walaupun ipk saya masih di atas 3.5,, tapi saya tahu persis bahwa kedua orang tua saya terlebih ayah menginginkan ip saya naik,,, dan faktanya,, boro boro naik, tapi ini malah terjun payunnnnngg. Mungkin saya bukan termasuk mahasiswa yang mementingkan ip atau nilai kuantitatif lainnya,, tapi saya meyadari bahwa nilai ip tersebut sebagai bukti bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh kedua orang tua saya tidak sia sia yang menyekolahkan saya ke IPB. Saya juga Paham bahwa ortu saya sebenarnya juga tidak pernah menuntut saya harus mendapatkan nilai yang bagus,, yang saya tahu ,, ibu pernah berkata bahwa,, yang terpenting tugas ayah dan ibu, mendidik, membimbing dan membiayayi seluruh keprluan hidup ozi termasuk pendidikan samapai ozi bisa memenuhi kebutuhan ozi sendiri. Dan seharusnya sebagai anak terlebih seorang pelajar saya harus sadar bahwa nilai merupakan bentuk kompensasi atas biaya dan dukungan yang terlah diberikan oleh orang tua saya. Mungkin ga cukup nilai kuantitatif aja, tapi juga sikap, yah selama ini saya sadar bahwa saya selalu membuat orang yang sangat saya sayangi tersebut sedih, khwatir dan juga marah atas kekhilafan saya selama ini. ibu ayah maafkan ozi.

4. ok ini mungkin resolusi terkahir,, saya ingin lebih produktif lagi nulis,, mungkin bakal lebih sering lagi posting di blog, membuat beberapa essay baut lomba yang udah di list selama liburan,, membaca beberapa buku,, minimal 5 buku dalam dua bulan.. mulai mencari topik dan data buat skripsi… yah saya sudah berencana ingin mengikuti¬† program fast track, apa lagi ya,,, oh ya belajar toefl!

Kayaknya cukup segitu dula curhatan saya di Come back. kali ini,,, dan saya punya quote menarik untuk akhir dari tulisan ini diambil dari sebuah judul buku ,, ckup 5 kata..

” HUDUP TIDAK MENGENAL SIARAN TUNDA”

Bye bye bye ..* ala mis world

nyok sholat tahajut dulu ūüėÄ Read more

Quote

February 10, 2013 | Leave a Comment

Saya percaya bahwa Tuhan hanya memiliki tiga jawaban di dalam hidup kita:
“Ya”,
“Tidak sekarang”, atau
“Ada yang lebih baik”

The Dreamer

September 22, 2012 | Leave a Comment

Jangan berani bermimpi jika tidak berani mewujudkannya,
jangan berani bermimpi , jika tidak berani mempercayainya
I dream, I belive, and make it happen

KERAWANG BEKASI

August 16, 2012 | 1 Comment

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Karya Chairil Anwar

 

“Dirgahayu Republik Indonesia”

sudah 67 tahun republik ini merdeka, pernahkah dirimu membayangkan teman bahwa para pahlawan kita merelakan daging, tulang, dan darahnya untuk kenikmatan kita hari ini. nikmat merdeka, dan pernah kah kalian membayangkang , 67 tahun yang lalu ada seorang kakek tua yang sedang terbaring lemah, melantunkan syahadat dan kemudian menggumamkan kata “merdeka”. Mungkin bisa jadi orang tua itu adalah kakek kita, paman kita atau keluarga yang kita kenal. Dan andai kalian tau bahwa kakek tua yang terbaring lemah itu memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Tentunya kita tidak akan tinggal diam melihat negeri ini menjadi bangsa pengemis mungkin atau terbelakang.

Sebenarnya apa sih permasalahan terbesar bangsa ini???  Yupppp..  that right… ketidakjujuran,,,kebohongan, korupsi merajalela. Setiap orang di TV melakukan pencitraan. Melihatkan bahwa merekalah yang benar, menyudutkan yang lain. 18 tahun aku hidup di dunia ini, aku baru menyadari sebagian besar orang (several) ternyata sangat haus akan KEKUASAAN. Entah apa yang membuat mereka dengan entengnya, dengan percayanya mengatakan  mereka bisa memimpin negeri ini.. bukan aku bermaksud untuk pesimis.. atu sinis.. . tapi Indonesia ini adalah negeri yang besar.. (untuk saat ini) kita tidak perlu banyak partai yang akhirnya membuat bangsa ini terpecah belah, kita tidak perlu yang namanya kelompok oposisi dalam pemerintahan yang nantinya akan membuat satu sama lainnya saling menjelek-jelekan. Yang kita perlukan adalah persatuan para pemimpin negeri ini untuk mempunyai keinginan yang kuat membangun negeri ini  lebih sejahtera, aman, dan damai. Kita tidak perlu membuat negeri ini menjadi adikuasa untuk menghilangkan kemiskinan dan pengangguran ( kan?). Yang diperlukan adalah kesejahteraan yang merata. Dalam hal ini Kita sangat perlu menanamkan yang namanya KEJUJURAN.

Sebenarnya untuk apa uang segitu banyaknya, hidup  bermewah-mewahan, sedangkan yang lainnya menderita. To DPR: sebenarnya untuk apa punya mobil dinas yang bagus, gedung yang wahh, tunjangan yang selangit., sedangkan jelas terlihat masih banyak rakyat yang terlantar, yang harus menjadi pemulung, memungut sampah, anak-anak jalanan yang mengamen di jalan raya, padahal mereka butuh sekolah. Para TKW yang tersiksa di negeri orang, dan banyak fakta miris lainnya. Mengapa para dewan yang terhormat itu hanya focus terhadap masalah politk yang nantinya berbuntut terhadap kekuasaan.

Aku telah banyak membaca buku para founding father bangsa ini. Para menteri yang terdahulu salah satunya Natsir yang ditertawakan banyak tamu negara karena memakai jas yang ditambal. Syarifudn Prawiranegara, yang istrinya rela mengorbankan perhiasan peninggalan orangtuanya untuk mnyelamatkan negeri ini ketika agresi militer belanda. Jenderal Sudirman yang dengan keterbasan fisiknya dengan semangat bergelora tetap berjuang melawan penjajah datang kembali. Mereka semua bekorban untuk bangsa ini dengan ikhlas dan kerendahan hati. Kita tidak perlu kata-kata, yang kita perlu lakukan adalah aksi.

Atau apakah perlu Para penjajah itu datang kembali agar bisa menyatukan kita semua…?

Mungkin sebagian orang menganggap ngacok omongan ini karena memang saya  tidak merasakan betapa sakitnya penjajahan. Tapi satu hal yang pasti pada saat itu dirasakan oleh rakyat Indonesia adalah.. harapan negeri ini akan merdeka, para pemimpin bangsa bersatu untuk satu tujuan yaitu kemerdekaan ,  bebas dari penjajah.. lalu sekarang apakah harapan itu masih ada untuk membuat negeri ini  bebas dari penjajah..? yaitu para Koruptur

Para tikus berdasi , kita hanya ingin kalian mengisi  kemerdekaan ini bukan menumpahkannya..

Welcome to my world

Mempelajari ilmu ekonomi mungkin tidak akan membuat anda menjadi jenius, namun tanpa ilmu ekonomi, dadu kehidupan akan berbalik melawan anda (???)

to be cotinued